BANDA ACEH – Beredar luas di platform media sosial, terutama TikTok, sebuah video yang menunjukkan aksi dugaan pemalakan terhadap seorang sopir pemudik dengan tuntutan uang mencapai Rp500 ribu. Video ini telah memicu keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para pemudik yang tengah bersiap untuk merayakan Idulfitri.
Detail Aksi Pemalakan yang Viral
Dalam video tersebut, terlihat sekelompok orang yang tampak memaksa seorang sopir untuk menyerahkan sejumlah uang dengan alasan untuk mempercepat proses perjalanan di tengah kemacetan yang terjadi. Situasi ini tentunya menambah beban psikologis bagi para sopir yang sudah berjuang menghadapi kesulitan di jalan.
Tanggapan Pihak Kepolisian
Menyikapi peristiwa tersebut, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, selaku Kabid Humas Polda Aceh, menegaskan bahwa insiden yang terekam dalam video tersebut tidak terjadi di wilayah Aceh. Hal ini penting untuk diluruskan agar tidak menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat.
“Polda Aceh dan seluruh jajarannya tidak akan mentolerir kejadian-kejadian seperti ini di wilayah Provinsi Aceh,” tegasnya dalam keterangan resmi yang dirilis pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Ini menunjukkan komitmen Polda Aceh dalam menjaga keamanan masyarakat.
Pentingnya Pelaporan Praktik Pemalakan
Joko Krisdiyanto juga menghimbau kepada masyarakat, terutama para sopir angkutan umum dan pemudik yang ingin pulang kampung, agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika mereka menemukan praktik pemerasan atau pungutan liar di jalan. Praktik semacam ini dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan perjalanan.
Laporan dapat disampaikan melalui layanan call center 110 yang tersedia 24 jam dan gratis pulsa, atau menghubungi pos Operasi Ketupat Seulawah dan pihak keamanan terdekat. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir praktik pemalakan yang merugikan para sopir dan pemudik.
Operasi Ketupat Seulawah 2026
Saat ini, Polda Aceh sedang melaksanakan Operasi Ketupat Seulawah 2026, yang bertujuan untuk menjaga keamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi ini diharapkan dapat menciptakan kondisi mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Pihak kepolisian telah memperkuat pemantauan di lapangan dengan melibatkan seluruh jajaran Polres dan pemangku kepentingan terkait. Ini adalah langkah proaktif untuk memastikan keamanan selama periode mudik, khususnya di wilayah Aceh.
Instruksi Kapolda Aceh
Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Marzuki Ali Basyah, telah menginstruksikan semua personel untuk meningkatkan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idulfitri. Ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga keamanan.
Kapolda juga menekankan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap pihak-pihak yang berusaha mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan pemudik. Hal ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri dengan keluarga.
Harapan untuk Masyarakat
Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan tenang dan nyaman. Keamanan selama perjalanan menjadi prioritas utama bagi pihak kepolisian, demi kenyamanan semua pihak yang terlibat dalam perjalanan mudik.
Polda Aceh terus berkomitmen untuk menciptakan situasi yang kondusif dan aman, sehingga masyarakat dapat menikmati momen berharga bersama keluarga tanpa gangguan. Upaya preventif ini diharapkan dapat meminimalisir insiden pemalakan sopir pemudik yang meresahkan dan menciptakan rasa aman di jalan raya.
