Pertamina Patra Niaga Gelar Operasi Pasar di Lombok Timur untuk Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Aman

Dalam upaya untuk menjamin pasokan energi yang stabil bagi masyarakat, Pertamina Patra Niaga telah melaksanakan langkah-langkah proaktif untuk mengatasi masalah kelangkaan LPG 3 kg di Lombok Timur. Informasi tentang kesulitan masyarakat dalam memperoleh LPG ini telah mendorong Pertamina untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan, memastikan bahwa stok tersedia dan distribusi berjalan dengan baik. Ini adalah bagian dari komitmen Pertamina untuk memenuhi kebutuhan energi rakyat secara berkelanjutan.
Langkah Pertamina Patra Niaga dalam Menanggulangi Kelangkaan LPG 3 Kg
Pada tanggal 4 April, muncul laporan dari masyarakat Lombok Timur mengenai kesulitan dalam mendapatkan LPG 3 kg. Menanggapi situasi ini, Pertamina Patra Niaga segera melakukan inspeksi untuk memantau kondisi stok dan distribusi di area tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pasokan LPG mencukupi dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pernyataan Resmi dari Pertamina
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, menyampaikan bahwa stok LPG di Kabupaten Lombok Timur dalam keadaan aman dan mencukupi. “Kami telah melakukan pengecekan secara menyeluruh dan memastikan bahwa penyaluran LPG berjalan normal dari level SPPBE hingga pangkalan. Sebagai langkah mitigasi, kami telah melakukan penyaluran tambahan sebanyak 17 ribu tabung selama libur panjang ini, yang merupakan 50% dari alokasi normal,” ungkapnya. Selain itu, Ahad juga mengungkapkan bahwa operasi pasar akan berlangsung selama tiga hari ke depan mulai dari 5 April.
Operasi Pasar untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat
Dalam rangka pelaksanaan operasi pasar, Pertamina Patra Niaga merencanakan untuk mendistribusikan sebanyak 24 ribu tabung LPG, yang setara dengan 70% dari alokasi normal. “Hari ini, kami akan melakukan operasi pasar dengan menambah alokasi di pangkalan. Selanjutnya, dalam dua hari ke depan, penyaluran akan dilakukan di titik-titik krusial sesuai dengan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat,” jelas Ahad. Dia menambahkan bahwa Pertamina juga telah melakukan inspeksi gabungan dengan pemerintah daerah dan APH untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat mengenai kelangkaan LPG yang terjadi pada 2 April lalu. Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pasokan dan distribusi berjalan lancar.
Langkah Mitigasi untuk Mengatasi Lonjakan Permintaan
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang masih terjadi, Pertamina telah meminta kepada agen untuk memprioritaskan pengiriman ke pangkalan yang menunjukkan serapan tertinggi. Selain itu, pangkalan diharapkan dapat memprioritaskan penjualan langsung kepada konsumen dengan harga sesuai HET. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pasokan dan distribusi LPG aman dan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Pentingnya Pembelian LPG di Pangkalan Resmi
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian LPG hanya di pangkalan resmi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa LPG yang dibeli sesuai dengan HET Rp18 ribu dan memiliki kualitas serta kuantitas yang sesuai. Masyarakat juga dapat menemukan lokasi pangkalan terdekat melalui website resmi Pertamina.
Disiplin dalam Penyaluran LPG
Pertamina menegaskan kepada seluruh agen dan pangkalan untuk memastikan bahwa penyaluran LPG tepat sasaran. Mereka diharuskan untuk secara disiplin memeriksa penjualan akhir kepada konsumen. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan ini akan dikenakan sanksi, termasuk penghentian alokasi hingga Pemutusan Hubungan Usaha (PHU).
Menanggapi Keluhan Masyarakat
Dalam berita sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lombok Timur menyampaikan kekecewaan terhadap kelangkaan LPG 3 kg di pasaran. Situasi ini menyebabkan kepanikan di kalangan masyarakat, bahkan mengakibatkan antrian panjang yang menyebabkan beberapa orang pingsan. Ketua Umum HMI MPO Cabang Lombok Timur, Agamawan Salam, menilai bahwa insiden ini menunjukkan kegagalan pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan masyarakat.
Reaksi HMI terhadap Situasi Kelangkaan
Agamawan menegaskan bahwa kejadian pingsan saat antrean gas merupakan sebuah tamparan keras bagi Pemerintah Daerah. “Pernyataan bahwa tidak ada kelangkaan justru menunjukkan bahwa bupati tidak mampu merasakan penderitaan rakyat,” tegasnya. HMI juga mengkritisi lemahnya pengawasan dan kelalaian pemerintah dalam menangani isu-isu yang dihadapi masyarakat.
“Pemerintah tampak menganggap serius masalah yang sepele, sementara hal-hal yang serius justru dianggap sepele. Ini menunjukkan bahwa pemerintah gagal memahami kondisi riil yang dihadapi masyarakat,” lanjutnya.
Komitmen HMI untuk Mengawal Kepentingan Rakyat
Sebagai wujud komitmen untuk mengawal kepentingan masyarakat, HMI Cabang Lombok Timur membuka peluang untuk menggelar aksi demonstrasi jika pemerintah daerah tidak segera mengambil langkah konkret. “Jika tidak ada respons nyata dari pemerintah, HMI siap untuk melakukan aksi dalam rangka mengingatkan mereka tentang tanggung jawabnya terhadap masyarakat,” tutup Agamawan.
Melalui operasi pasar dan langkah-langkah mitigasi yang diambil, Pertamina Patra Niaga berusaha untuk memastikan bahwa pasokan LPG 3 kg tetap aman dan mencukupi. Namun, penting bagi semua pihak untuk berkolaborasi dan mengawasi distribusi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135.



