— Paragraf 1 —
YERUSALEM – Penanews.co.id – Ribuan umat Muslim di Yerusalem Pelestina yang terdiri pria, wanita, anak-anak, dan lansia Palestina memadati halaman Masjid Al-Aqsa pada hari Jumat (10/04/2026), menandai salat Jumat pertama setelah penutupan yang berlangsung lebih dari 40 hari.
— Paragraf 2 —
Sebelumnya Israel mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka akan membuka kembali masjid dan Gereja Makam Suci mulai Kamis pagi, mengakhiri salah satu pembatasan akses terlama ke situs-situs paling suci di Yerusalem.
— Paragraf 3 —
“Penutupan yang diberlakukan pada 28 Februari itu melarang warga Palestina untuk melaksanakan salat harian lima waktu dan lima salat Jumat berturut-turut pada tanggal 6, 13, 20 dan 27 Maret serta 3 April. Ibadah dilanjutkan pada Jumat keenam, 10 April” dilansir dari Yeni safak, Sabtu (11/04/2026).
— Paragraf 4 —
Yeni safak melaporkan, Tahun ini, untuk pertama kalinya sejak Israel menduduki Yerusalem Timur pada tahun 1967, pihak berwenang juga mencegah pelaksanaan salat Idul Fitri di Al-Aqsa.
— Paragraf 5 —
Menurut laporan Yeni safak, Pembatasan tersebut diberlakukan oleh otoritas Israel sebagai “langkah keamanan” selama perang gabungan AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari.
— Paragraf 6 —
Turki secara konsisten mengutuk penutupan Al-Aqsa dan penolakan hak beribadah, menyebutnya sebagai provokasi yang tidak dapat diterima yang melanggar hukum internasional dan status quo historis situs-situs suci Yerusalem.
— Paragraf 7 —
“Pembukaan kembali ini terjadi ketika gencatan senjata yang rapuh berlaku antara Washington dan Teheran, tetapi dengan perbedaan pendapat yang mendalam mengenai Lebanon, pengayaan uranium, dan Selat Hormuz yang masih belum terselesaikan,” tulis Yeni safak[]
