Bambang Soesatyo, anggota DPR RI dan Ketua MPR RI periode 2019-2024, serta Ketua DPR RI periode 2017-2019, menegaskan bahwa Forum Nasional Pemimpin MPR-DPR 1999-2024 berkomitmen untuk memperkuat masyarakat sipil. Forum ini bertujuan untuk memberikan pemikiran strategis yang dapat membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai tantangan yang muncul dari dinamika dalam dan luar negeri.
Tantangan Kini dan Masa Depan
Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan yang kompleks dan membutuhkan konsolidasi dari seluruh elemen bangsa. Mulai dari ketegangan geopolitik global, perlambatan ekonomi di beberapa negara maju, hingga dinamika politik di kawasan Indo-Pasifik, semua berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Sementara itu, Bamsoet menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang konsisten dan terkoordinasi untuk berbagai agenda pembangunan nasional. Diantaranya adalah industrialisasi berbasis hilirisasi, pembangunan Ibu Kota Nusantara, transformasi digital, dan penguatan ketahanan pangan.
Forum sebagai Ruang Diskusi Strategis
Forum Nasional Pemimpin MPR-DPR 1999-2024 diharapkan dapat menjadi wadah diskusi strategis yang mampu mengakomodasi perspektif politik, ekonomi, dan sosial secara lebih luas dan jernih. Hal ini akan sangat membantu dalam menentukan arah dan strategi pembangunan nasional.
Agung Laksono, Ketua DPR RI periode 2004–2009, menambahkan bahwa gejolak dunia saat ini harus ditanggapi dengan kebijakan ekonomi yang matang dan kewaspadaan politik yang tinggi.
“Kita harus mampu memastikan bahwa dampak dari gejolak dunia ini tidak bertransformasi menjadi persoalan yang lebih besar bagi bangsa dan negara kita,” ujarnya.
Penguatan Komunikasi Kebangsaan
Sejumlah Pemimpin MPR dan DPR periode 1999-2024 sepakat bahwa Indonesia membutuhkan penguatan komunikasi kebangsaan di tengah tantangan sosial dan politik yang semakin kompleks. Mereka berpendapat bahwa fragmentasi informasi di ruang digital, meningkatnya polarisasi opini publik, dan menurunnya kualitas dialog publik sering kali memicu kesalahpahaman di masyarakat.
Oleh karena itu, keberadaan Forum Nasional Pemimpin MPR-DPR 1999-2024 dinilai penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen bangsa.
Potensi Besar Para Mantan Pimpinan Lembaga Negara
Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR RI periode 2004-2009 dan Wakil Ketua MPR periode 2024-2029, menekankan bahwa potensi besar yang dimiliki para mantan pimpinan lembaga negara tidak boleh terbuang sia-sia.
“Bangsa ini memiliki banyak tokoh yang pernah berada di posisi strategis dan memiliki pengalaman dalam mengambil keputusan penting. Pengalaman itu sangat berharga untuk memberikan masukan terhadap berbagai isu, mulai dari arah pembangunan nasional, persoalan legislasi, sampai isu-isu strategis lainnya,” tutur Hidayat.
Peran Forum dalam Pembahasan Isu Strategis
Dalam diskusi yang berlangsung terbuka, sejumlah persoalan nasional juga menjadi sorotan para tokoh. Salah satunya adalah efektivitas berbagai program pembangunan yang dinilai masih memerlukan evaluasi agar tepat sasaran. Beberapa peserta forum menyinggung program makan bergizi gratis yang dinilai memiliki tujuan baik, namun perlu pengawasan ketat agar tidak menimbulkan penyimpangan anggaran maupun ketidaktepatan distribusi.
Selain itu, isu kualitas pendidikan nasional, pengelolaan dana LPDP, hingga koordinasi antar kementerian juga menjadi bagian dari pembahasan.
Masukan Konstruktif untuk Kebijakan Pemerintah
Ketua DPR RI periode 2009–2014, Marzuki Alie, menyampaikan bahwa forum tersebut dapat menjadi ruang untuk memberikan masukan yang konstruktif terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
“Banyak kebijakan pemerintah yang sudah baik, tetapi pelaksanaannya perlu disempurnakan agar tepat sasaran dan tidak mengurangi perhatian terhadap sektor penting, seperti pendidikan. Forum ini ingin memberi masukan agar kebijakan publik benar-benar efektif bagi masyarakat,” kata Marzuki.
Komunikasi Politik yang Lebih Solid
Selain isu kebijakan publik, para tokoh juga menyoroti pentingnya komunikasi politik yang lebih solid di lingkungan pemerintahan. Beberapa tokoh menilai masih sering terjadi perbedaan pernyataan antar pejabat negara yang menimbulkan kebingungan di masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi yang lebih kuat di antara para menteri agar pesan kebijakan pemerintah tersampaikan secara jelas dan konsisten. Forum Nasional Pemimpin MPR-DPR 1999-2024 menilai koordinasi yang solid akan sangat membantu percepatan program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
Forum sebagai Wadah Komunikasi Kebangsaan
Ahmad Basarah, Wakil Ketua MPR periode 2019-2024, menegaskan bahwa Forum Nasional Pemimpin MPR-DPR 1999-2024 dibentuk sebagai ruang komunikasi kebangsaan yang bersifat independen.
“Forum ini hadir sebagai wadah silaturahmi dan komunikasi para alumni pimpinan MPR dan DPR untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran strategis kepada pemerintah. Masukan yang lahir dari forum ini adalah suara kebangsaan, bukan kepentingan yang lain,” ujar Basarah.
