
Dalam dunia keuangan yang semakin kompleks, konsolidasi bisnis manajemen aset menjadi langkah strategis yang tidak hanya menjawab tantangan pasar, tetapi juga meningkatkan daya saing perusahaan. Baru-baru ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengambil langkah penting dengan melakukan transaksi afiliasi senilai Rp359,64 miliar dengan PT Danantara Asset Management (DAM) melalui pengalihan saham PT BNI Asset Management (BNI AM). Langkah ini membuka peluang baru dalam pengelolaan aset investasi yang lebih efisien dan terintegrasi.
Detail Transaksi Pengalihan Saham
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengungkapkan bahwa transaksi tersebut mencakup penjualan 99,9 persen saham yang dimiliki oleh BNI melalui anak perusahaannya. Ini adalah langkah signifikan yang menunjukkan komitmen BNI dalam memperkuat posisi di sektor manajemen aset.
Menurut Okki, “Transaksi ini dilaksanakan sebagai transaksi afiliasi yang sesuai dengan ketentuan POJK 42/2020, dan telah melalui berbagai proses yang teliti.” Pernyataan ini disampaikan dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada 2 April 2026, menegaskan transparansi yang dipegang oleh BNI dalam setiap transaksi yang dilakukan.
Prinsip Tata Kelola Perusahaan
Okki juga menekankan bahwa transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan. Ia memastikan bahwa semua langkah yang diambil tetap berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik. “Perseroan berkomitmen untuk menyampaikan informasi yang akurat dan tidak menyesatkan, serta transaksi ini tidak menimbulkan benturan kepentingan,” jelasnya.
Rincian Saham dan Nilai Transaksi
Objek dari transaksi ini adalah 39,96 juta lembar saham BNI AM yang dimiliki oleh PT BNI Sekuritas (BNIS), yang setara dengan 99,9 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor. Dengan pengalihan saham ini, kepemilikan mayoritas BNI AM beralih ke DAM, yang merupakan bagian dari ekosistem Danantara.
Nilai transaksi ditetapkan sebesar Rp359.640.000.000, yang berada di atas estimasi nilai pasar wajar saham BNI AM yang ditaksir sekitar Rp354,85 miliar. Penilaian independen ini dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho, Rinaldy dan Rekan, dengan menggunakan pendekatan discounted cash flow serta bandingan dari perusahaan yang terdaftar di bursa.
Proses Penilaian dan Kelayakan Transaksi
Hasil penilaian menunjukkan bahwa nilai transaksi tersebut berada dalam kategori wajar. Transaksi ini ditandatangani melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada 1 April 2026 dan masih memerlukan pemenuhan beberapa syarat pendahuluan, termasuk persetujuan dari regulator.
Dukungan Sinergi dalam Ekosistem BUMN
BNI mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk mendukung sinergi bisnis di dalam ekosistem BUMN, khususnya di bidang pengelolaan aset investasi. Dengan DAM sebagai holding operasional di bawah Danantara, perusahaan ini akan memfokuskan diri untuk mengelola portofolio manajemen investasi secara terintegrasi.
Dalam struktur kepemilikan baru, BNIS sebagai anak perusahaan BNI memiliki porsi kepemilikan sebesar 75 persen, sedangkan DAM berada di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Kedua entitas ini tetap berada di bawah kendali tidak langsung Negara Republik Indonesia, yang menunjukkan kepentingan strategis pemerintah dalam pengelolaan aset negara.
Kategori Transaksi dan Kriteria Materialitas
Meskipun transaksi ini tergolong sebagai transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, nilai transaksi tidak memenuhi kriteria materialitas karena berada di bawah ambang batas yang ditetapkan. Ini menandakan bahwa meskipun signifikan, transaksi ini tidak akan mengubah struktur keuangan secara drastis.
Manfaat Jangka Panjang bagi Pemegang Saham
BNI berharap bahwa melalui langkah ini, sinergi yang dihasilkan akan mampu memperkuat kapabilitas bisnis manajemen investasi, serta memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pemegang saham dalam jangka panjang. Dengan pengalihan saham ini, diharapkan dapat tercipta efisiensi operasional dan pengelolaan aset yang lebih baik.
Transaksi ini juga mencerminkan strategi BNI untuk menghadapi tantangan di pasar yang dinamis, serta upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing perusahaan di sektor manajemen aset. Dengan demikian, konsolidasi bisnis manajemen aset ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan keandalan BNI di masa depan.
Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, BNI menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar, sehingga dapat terus memberikan layanan terbaik bagi nasabah dan pemegang saham.



