Iman Kebangkitan yang Abadi: Penjelasan Mendalam dari Pastor Jacob

Iman akan kebangkitan Kristus adalah suatu fondasi yang menguatkan banyak orang, meskipun tidak ada saksi mata peristiwa penyaliban yang masih hidup saat ini. Di dalam suasana perayaan Hari Raya Paskah yang diadakan di Stasi Hati Kudus Bahoi pada tanggal 5 April 2026, Pastor Jacob Adilang, Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna, menyampaikan dua elemen kunci yang menjaga iman ini tetap hidup: Ekaristi dan kasih persaudaraan. Melalui pengajaran ini, beliau menawarkan wawasan mendalam tentang bagaimana iman kebangkitan tidak hanya sekadar doktrin, tetapi juga sebuah pengalaman yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kisah Kebangkitan dalam Injil
Dalam homilinya, Pastor Jacob merujuk pada kisah Maria Magdalena yang datang ke kubur dengan penuh cinta. Namun, yang ia temukan hanyalah kekosongan. Hal ini menggambarkan betapa kuatnya perasaan manusia yang mendalam saat dihadapkan pada kehilangan dan harapan.
Reaksi Manusiawi Maria Magdalena
Reaksi awal Maria bukanlah keyakinan, melainkan kebingungan dan keputusasaan. Ia mengungkapkan bahwa “Tuhan telah diambil,” dan ia tidak tahu di mana Ia diletakkan. Ini adalah reaksi yang sangat manusiawi, mencerminkan kesedihan dan ketidakpastian yang sering kita alami dalam hidup.
Pengalaman Para Murid
Situasi serupa juga dirasakan oleh para murid Yesus, seperti Petrus dan Yohanes. Mereka bergegas menuju kubur, melihat tanda-tanda yang ada, namun masih belum dapat memahami sepenuhnya makna dari kebangkitan tersebut.
Iman dalam Tanda Tanya
Pastor Jacob menegaskan bahwa saat itu, apa yang diyakini para murid bukanlah kebangkitan Yesus, melainkan hanya kenyataan bahwa kubur itu kosong. Iman mereka masih berada dalam fase pencarian dan pertanyaan yang mendalam.
Logika Manusia dan Kekuatan Iman
Secara logis, kabar tentang kebangkitan memang mudah diragukan. Namun, kenyataan menunjukkan sebaliknya. Pastor Jacob menekankan bahwa jika hanya mengandalkan logika, seharusnya Gereja tidak akan ada saat ini. Namun, lebih dari 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia tetap merayakan Paskah sebagai bentuk iman mereka.
Kekuatan Ekaristi dalam Mempertahankan Iman
Pastor Jacob kemudian menjelaskan bahwa kekuatan pertama yang memelihara iman kebangkitan adalah Ekaristi. Mengacu pada kesaksian Petrus dalam Kisah Para Rasul, beliau menjelaskan bagaimana para rasul mengalami pertemuan nyata dengan Kristus yang bangkit melalui perjamuan bersama.
Makna Ekaristi
“Para rasul bersaksi bahwa mereka makan dan minum bersama Dia setelah kebangkitan-Nya. Inilah esensi Ekaristi, di mana kita terus berjumpa dengan Kristus yang hidup,” jelas Pastor Jacob, menekankan betapa pentingnya momen pertemuan ini dalam kehidupan iman.
Kasih dan Persaudaraan sebagai Kekuatan Kedua
Kekuatan kedua yang menjaga iman kebangkitan adalah hidup dalam kasih dan persaudaraan. Pastor Jacob mengacu pada ajaran Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, menekankan bahwa iman harus terwujud dalam tindakan nyata.
Pentingnya Perubahan dalam Hidup
“Jika kita benar-benar percaya bahwa Kristus bangkit, maka hidup kita harus mengalami transformasi. Tidak ada lagi permusuhan, melainkan kasih, kerukunan, dan kedamaian,” tegasnya, mengingatkan bahwa iman tidak hanya sebatas keyakinan, tetapi juga harus terlihat dalam perilaku sehari-hari.
Mewujudkan Iman Kebangkitan dalam Kehidupan Sehari-hari
Pastor Jacob menekankan bahwa iman kebangkitan harus diwujudkan dalam kehidupan nyata umat. Dunia saat ini memerlukan lebih dari sekadar narasi tentang kebangkitan; dunia membutuhkan bukti nyata dari kebangkitan itu dalam tindakan kita.
Tanggung Jawab Umat Beriman
“Dunia tidak hanya membutuhkan cerita tentang kebangkitan, tetapi harus melihat kebangkitan itu nyata dalam hidup kita,” ungkap Pastor Jacob, mengajak semua umat untuk menjadi contoh nyata dari iman yang mereka percayai.
Perayaan Paskah yang Khidmat
Perayaan Hari Raya Paskah di Stasi Hati Kudus Bahoi berlangsung dengan penuh khidmat. Partisipasi umat yang tinggi mencerminkan kepercayaan mereka yang kuat kepada Kristus yang bangkit. Hal ini menunjukkan bahwa iman kebangkitan bukan hanya sekadar tradisi, tetapi merupakan pengalaman spiritual yang mendalam bagi setiap individu.
Dalam setiap langkah perjalanan iman, kita diingatkan untuk selalu mengandalkan Ekaristi dan kasih persaudaraan sebagai kekuatan utama. Kebangkitan Kristus bukan hanya sebuah peristiwa sejarah, tetapi merupakan kekuatan yang dapat mengubah hidup kita setiap hari. Mari kita terus hidup dalam iman kebangkitan, mewujudkan kasih dan persaudaraan dalam setiap aspek kehidupan kita.


